koleksi

Minggu, 13 November 2011

modul sosiologi



modul sosiologi xiips smtr1www.google.com
BAB 1
STRATIFIKASI SOSIAL DAN DIFFERENSIASI SOSIAL


I. STRUKTUR SOSIAL
PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:
1. Raymond Firth menyatakan bahawa struktur social merupakan suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga dimana orang banyak tersebut ambil bagian.

2. Soerjono Soekanto, struktur social mengacu pada hubungan-hubungan yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat dan memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi
Dapat disimpulkan bahwa struktur social merupakan tatanan social dalam kehidupan masyarakat yang didalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur social yang mengacu pada suatu keteraturan perilaku di masyarakat.

CIRI-CIRI STRUKTUR SOSIAL
1. Bersifat abstrak
2. terdapat dimensi vertical dan horizontal
3. sebagai landasan sebuah proses social suatu masyarakat
4. merupakan bagian dari system pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat
5. selalu berkembang dan dapat berubah

II. STRATIFIKASI SOSIAL
Selo Sumardjan, struktur social atau disebut dengan pelapisan social akan selalu ada selama di dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai dan menumbuhkan adanya system berlapis-lapis

1. PROSES TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL
a. Stratufikasi social yang terjadi dengan sendirinya,
Terbentuk k,arena alas an perbedaan kepandaian, tingkat umur, jenis kelamin, harta serta sifat keaslian keanggotaan kerabat seseorang dalam masyarakat, dan kerabat pembuka tanah.



b. Stratifikasi social yang sengaja disusun untuk tujuan bersama
Berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang dalam sebuah organisasi formal seperti pemerintahan, p;erusahaan, partai politik, angkatan bersenjata dan perkumpulan.

2. DASAR-DASAR STRATIFIKASI SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto, criteria yang dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam stratifikasi social adalah:
1. Kekayaan,
Orang atau barang siapa yang memiliki kekayaan banyak atau berpenghasilan tinggi termasuk lapisan atas.
Dapat dilihat dari bentuk rumah, mobil pribadi, gaya hidup, cara berpakaian dan kebiasaan berbelanja barang-barang mewah.
2. Kekuasaan
Seseorang yang mempunyai kekuasaan dan wewenang besar akan berada pada tingkat lapisan atas.
3. Kehormatan
Orang yang disegani dan dihormati dalam kehidupan sehari-hari akan menmdapatkan teratas dan ukuran kehormatan banyak dijumpai pada masyarakat tradisional seperti tempat golongan tua, masyarakat atau mereka yang berjasa besar kepada masyarakat.
4. Ilmu pengetahuan
Orang yang berpendidikan tinggi dianggap memiliki temapat yang tinggi pula dalam masyarakat.
Selain empat ukuran tersebut ada pula criteria politik. Misalnya partai politik yang menang dalam Pemilu mendapat kedudukan lebih tinggi bila dibandingkan dengan partai yang kalah.

3. SIFAT-SIFAT STRATIFIKASI SOSIAL
a. Stratifikasi social terbuka (Open social stratification)
Ciri-cirinya adalah:
a. setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapannya sendiri menuju ke lapisan yang lebih tinggi
b. member perangsang yang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masryarakat dari system yang tertutup
c. bagi mereka yang kurang beruntung ada kemungkinan jatuh dari lapisanm yang lebih tinggi kelapisan yang lebih rendah.





Bagan stratifikasi social terbuka



b. Stratifikasi social tertutup (Closed Social stratification)
Ciri-cirinya:
a. membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain
b. satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota lapisan ini hanya melalui kelahiran
c. system tertutup dapat dijumpai pada masyarakat yang lapisannya tergantung pada perbedaan-perbedaan social, masyarakat feudal dan masyarakat yang menerapkan system kasta


c. Stratifikasi social campuran
Merupakan stratifikasi campuran yang mempunyai cirri-ciri gabungan antara stratifikasi social terbuka dan stratifikasi tertutup



4. UNSUR-UNSUR STRATIFIKASI SOSIAL
a. Kedudukan social (Social Status)
adalah tempat atau posisi seseorang dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, baik dalam hal lingkungan pergaulan, prestise maupun dalam hal hak-hak serta kewajibannya.
Tiga macam status social:
- Ascribed status (status kelahiran),
kedudukan yang diperoleh seseorang secara otomatis sejak ia dilahirkan tanpa usaha untuk memperolehnya, seperti status kelas social (Kasta), gelar kebangsawanan, jenis kelamin dan golongan umur.
- Achieved status (status prestasi),
kedudukan yang diperoleh seseorang berkat kerja keras dan kemampuan dari individu itu sendiri atau berdasarkan prestasi yang dimiliki seseorang, seperti menjadi dokter, arsitek dll.
- Assigned status , kedudukan yang diberikan,
artinya suatu golongan atau kjelompok masyarakat dan pemerintah memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang telah berjasa atau telah memperjuangkan sesuatu untuk kepentingan masyarakat. Misal, gelar pahlawean revolusi.

b. peranan (Role)
Adalah tingkah laku yang diharapkan diperbuat seseorang sesuai dengan status yang dimilikinya
Macam peran:
- Peran bawaan (ascribed roles)
Peran yang diperoleh seseorang dengan sendirinya bukan karena suatu usaha tertentu. Contoh: gelar raja yang diturunkan, sehingga membentuk perannya sebagai seorang penguasa

- Peran pilihan (achieved Roles)
Peran yang hanya diperoleh melalui usaha tertentu. Contoh seorang dokter, secara langsung mempunyai perannya dalam hal mengobati orang sakit
- Peran yang diharapkan (expected roles)
Peran yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan demi ketertiban masyarakat. Contoh: seorang polisi yang diberi tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Fungsi peranan:
- Mengatur pperilaku seseorang sesuai dengan status yang dimilikinya
- Dapat digunakan untuk memprediksi perbuartan orang lain yang menjalankan suatu peran
- Digunakan untuk menyesuaikan perilaku sendiri dengan perilaku orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

5. BENTUK-BENTUK STRATIFIKASI SOSIAL
a. Stratifikasi social berdasarkan criteria ekonomi
Kelas social selalu digambarkan sebagai kerucut, karena semakin tinggi kelas social akan semakin sedikit jumlah warga masyarakat yang termasuk didalamnya.
- Kelas atas (upper class)
- Kelas menengah (middle class)
- Kelas atas ( Lower class)




b. Stratifikasi social berdasarkan criteria mata pencaharian
Mata pencaharian yang terpandang dan kedudukan yang tinggi akan mendatangakan pengahsilan yang besar dan membawa kesejahteraan bagi seseorang beserta anggota keluarganya.
Lapisan dalam stratifikasi berdasarkan mata pencaharian
- Kelas elite
Konglomerat, pejabat tinggi negara
- Kelas professional
Sarjana, dokter, jaksa,hakim, akuntan
- Kelas semiprofessional
Pegawai kantor, teknisi, mekanik
- Kelas tenaga terampil
Fotografer, ahli kecantikan, montit
- Kelas tidak terlatih
Tukang becak, pemulung, pengemis, pembantu rumah tangga

c. Stratifikasi berdasarkan criteria politik
Dilandasi oleh adanya pembedaan anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimilikinya.
Lapisan berdasarkan Robert MacIver
- Tipe kasta
System stratifikasi kekuasaan dengan garis-garis pemisah yang tegas dan kaku (yidak mungkin ditembus)


- Tipe oligarkis
Mempunyai garis pemisah yang tegas, tetapi dasar pembedaan kelas-kelas social ditentukan oleh kebudayaan masyarakat, kesempatan diberikan kepada warga masyarakat untuk memperoleh kekuasaan tertentu.


- Tipe demokratis
Mempunyai garis pemisah di antara lapisan yang bergerak sehingga factor kelahiran tidak menentukan kedudukan seseorang, yang dipentingkan adalah prestasi dan keberuntungan seseorang





d. Stratifikasi social berdasarkan criteria pendidikan
lapisan ini terdiri atas:
- Masyarakat berpendidikan tinggi, S1,S2,S3, diploma
- Masyarakat berpendidikan menengah, lulusan SMA, SMP, SMK
- Masyarakat berpendidikan rendah, lulusan SD, MI
- Masyarakat tuna aksara, tidak bisa membaca dan menulis

6. PENGARUH STRATIFIKASI SOSIAL BERDASARKAN KASUS DALAM MASYARAKAT
a. Sistem kasta
Kasta di India disebut varna, merupakan suatu kategori dimana anggotanya ditunjuk dan ditetapkan pada status permanen dalam hierarki social yang diberikan
b. Sistem Kelas
kelas merupakan sejumlah orang yang mempunyai persamaan dalam hal peluang hidup atau nasib

III. DIFFERENSIASI SOSIAL
1. PENGERTIAN DIFFERENSIASI SOSIAL
Adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan (hierarkis).

2. BENTUK-BENTUK DIFFERENSIASI SOSIAL
a. differensiasi social berdasarkan ras
Pengelompokan yang bersifat jasmaniah, berdasarkan cirri-ciri fisik, seperti warna kulit, rambut serta bentuk-bentuk bagian wajah
Menurut AL. Kroeber:
- Austroloid
Penduduk asli Australia
- Mongoloid
1. Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, Asia timur)
2. Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, penduduk asli Taiwan)
3. American Mongoloid( penduduk asli benua Amerika Utara dan Selatan dari orang-orang Eskimo di Amerika )
- Caucasoid
1. Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik)
2. Alpine (Eropa Tengah dan Timur)
3. Mediteranean (penduduk sekitar Laut Tengah, Amerika Utara, Armenia, Arab dan Iran)
4. Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka)


- Negroid
1. African Negroid (Benua Afrika)
2. Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina)
3. Melanesian (Irian, Melanesia)
- Ras-ras khusus
1. Bushman (Gurun Kalahari, Afrika Selatan)
2. Veddoid (di pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan)
3. Polynesian (Di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia)
4. Ainu (di Pulau Karafuto dan Hokkaido Jepang Utara)
Penduduk Indonesia termasuk dalam ras negro (Lereng pegunungan Maoke, Irian), ras Wedda (masyarakat Kubu, suku Toala, Tokeja), Ras Neo Melanesoid (papua, Pulau Dangkalan Sahul), Ras Melayu atau Paleo Mongoloid (penduduk asli Indonesia)

b. Differensiasi social berdasarkan Etnis
Menunjukkan bahwa masyarakat terdiri dari berbagai suku bangsa dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing.
Menurut Koentjaraningrat, suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan budaya, sedangkan kesadaran dan identitas tadi sering dikuatkan oleh kesatuan bahasa.
Menurut William Kornblum, kelompok etnis adalah populasi yang memiliki identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasanya memiliki leluhur yang secara pasti atau dianggap pasti sama.

c. Differensiasi social berdasarkan agama
differensiasi berdasarkan agama terwujud dalam kenyataan social bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menganut suatu agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau giolongan yang disebut umat
Menurut Emille Durkheim, agama adalah suatu system kepercayaan beserta praktiknya berkenaan dengan hal-hal yang sacral yang menyatukan pengikutnya dalam suatu komunitas moral. Agama berisi tentang:
- sesuatu yang dianggap sacral, melebihi kehidupan duniawi dan menimbulkan rasa kekaguman dan penghormatan
- sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sacral
- penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktivitas keagamaan
- sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.
d. Differensiasi social berdasarkan gender
Perbedaan gender adalah cara berperilaku bagi wanita dan pria yang sudah ditentukan oleh kebudayaan atau kodratnya yang kemudian menjadi bagian dari kepribadiannya.

Peran gender adalah pola-pola sikap dan tingkah yang diharapkan oleh masyarakat oleh masyarakat berdasarkan jenis kelamin, dibuat oleh masyarakat dan diturunkan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya melalui agen-agen social seperti keluarga, kelompok bermain, dan media massa

3. PENGARUH DIFFERENSIASI SOSIAL
a. Primordialisme
Suatu paham yang menganggap bahwa kelompoknya lebih baik dibanding dengan kelompok lain
b. Etnosentrisme
Adalah suatu sikap atau paham yang menganggap budaya masyarakatnya lebih tinggi dibanding dengan budaya masyarakat lain
c. Sektarian (Politik Aliran)
Merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (Ormas), baik formal maupun informal yang menjadi pengikutnya.


III. PENUGASAN

TUGAS 1
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan pengertian struktur social berdasarkan pemahamanmu!
………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
2. Apakah yang disebut diferensiasi social?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
3. Sebutkan beberapa factor penyebab terjadinya diferensiasi dalam masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
4. Jelaskan konsekuensi yang terjadi akibat adanya stratifikasi social terutama terhadap tindakan dan interaksi social dalam masyarakat kita!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
5. Apakah perbedaan antara diferensiasi social dengan stratifikasi social!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
TUGAS 2
Masyarakat pertanian termasuk masyarakat yang mempunyai struktur mekanik dan homogeny dimana tidak terdapat pembagian kerja yang berarti, akibatnya atratifikasi social dan diferensiasinya rendah. Mengapa hal ini bisa terjadi pada masyarakat pertanian? Jelaskan stratifikasi dalam masyarakat pertanian dengan mengambil satu contoh kasus! Diskusikan dengan teman-temanmu!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

TUGAS 3
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Mengapa pada system stratifikasi social tertutup seseorang tidak dapat berpindah lapisan?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
2. Bagaimana definisi stratifikasi social menurut Pitirim A. Sorokin?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
3. Sebutkan 3 macam status yang dikenal di masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
4. Jelaskan pengaruh differensiasi social dalam masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
5. Jelaskan mengenai pengaruh stratifikasi social pada masyarakat!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..





























BAB 2
KONFLIK SOSIAL


I. PENGERTIAN KONFLIK SOSIAL

Berasal dari bahasa Latin, conflicus, artinya saling berbenturan, bertentangan, berlawanan atau semua bentuk benturan, ketidaksesuaian, ketidakserasian saat individu atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuan dengan caranya sendiri-sendiri.
- Menurut Lewis Coser, konflik adalah perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakatuntuk memperjuangkan nilai serta tuntutan atau status, kekuasaan dan sumber daya yang bersifat langka pada kelompok lain.
- Clinton F. Fingk,konflik adalah hubungan psikologis yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan dengan adanya struktur nilai yang berbeda.
- Dahrendorf, asumsi-asumsi utama konflik adalah
• Setiap masyarakat mengalami pada proses perubahan ada dimana-mana
• Consensus dan konflik terdapat dimana-mana
• Setiap unsure masyarakat memberikan sumbangan pada disintegrasi dan perubahan masyarakat
• Setiap masyarakat dedasarkan pada beberapa orang anggota terhadap anggota lain.
Pandangan tentang Konflik
a. Tradisional: konflik negatif karena dapat merusak solidaritas sosial.
b. Modern: konflik positif karena hidup menjadi dinamis.
c. Netral: konflik merupakan hal yang wajar karena manusia berbeda-beda sehingga akan timbul konflik.

a. Macam-macam Konflik
1. konflik intrapersonal
Adalah konflik yang timbul dari diri sendiri
Contoh: seorang kepala bagian yang dijadwalkan rapat, tapi pada saat yang sama harus mengantar anak ke dokter
2. konflik interpersonal
Adalah konflik yang timbul antar pribadi
Contoh: sepasang kekasih yang tidak direstui kedua orang tuanya.
3. konflik intergroup
Adalah konflik yang dilakukan antara satu kelompok atau group dengan kelompok lain untuk mengejar tujuan yang diinginkan dan ditetapkan
Contoh: perseteruan antara GAM dengan Pemerintah RI


b. Menurut Kusnadi:
1. konflik menurut hubungannya dengan tujuan organisasi
o Konflik fungsional: konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan seringkali bersifat konstruktif
o Konflik disfungsional: konflik yang menghambat tercapainya tujuan organisasi dan bersifat destruktif.

2. konflik menurut hubungannya dengan posisi pelaku yang berkonflik
o Konflik vertical: konflik antar tingkatan kelas atau antar tingkatan kelompok. Contoh: konflik ekonomi tinggi dengan ekonomi lemah
o Konflik horizontal: konflik yang terjadi di antara individu atau kelompok yang sekelas atau sederajat. Contoh: konflik antar organisasi masa satu dengan yang lainnya
o Konflik diagonal: konflik yang terjadi karena ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi yang menimbulkan pertentangan secara ekstrim dari bagian yang membutuhkan sumber daya tersebut

3. konflik menurut hubungannya dengan struktur
o Konflik hierarki: konflik dari berbagai tingkatan (posisi) yang ada dalam organisasi. Contoh konflik antara kepala sekolah dengan guru
o Konflik lini staf: konflik antara lini dan staf yang ada dalam organisasi.
o Konflik formal informal: konflik yang terjadi di setiap organisasi

4. konflik menurut hubungannya dengan sifat dari pelaku yang berkonflik
o konflik terbuka: konflik yang diketahui oleh semua pihak yang ada di dalam organisasi (yang diketahui oleh seluruh masyarakat/Negara)
o konflik tertutup: konflik yang hanya diketahui oleh pihak yang terlibat saja sehingga pihak diluar tidak mengetahui jika terjadi konflik.

5. konflik menurut hubungannya dengan waktu
o konflik sesaat: (konflik spontan) terjadi hanya sesaat atau sementara
o konflik berkelanjutan: berlangsung lama dan sangat sulit untuk diselesaikan, penyelesaian konflik tersebut melalui berbagai tahapan yang sangat rumit.

6. konflik menurut hubungannya dengan pengendalian konflik
o konflik terkendali: suatu konflik dimana pihak yang terlibat dalam konflik dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik selesai atau tidak meluas
o konflik tidak terkendali: konflik dimana pihak yang terlibat tidak dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga konflik tidak selesai atau bahkan meluas

7. konflik menurut hubungannya dengan sistematika konflik
o konflik nonsistematis: konflik yang bersifat acak, terjadi secara spontanitas
o konflik sistematis: terjadinya konflik direncanakan, deprogram secara sistematis, ada yang mengomando serta mencapai tujuan gtertentu yang ditargetkan

8. konflik menurut hubungannya dengan tujuan
o konflik pendekatan-pendekatan: pihak yang berkonflik masih berkinarja kea rah tujuan yang sama, perbedaannya hanya terletak pada segi teknisnya
o konflik pendekatan-penghindaran: terjadi dari dua pihak yang berkonflik atau lebih yang sering berseberangan di dalam mencapai tujuan. Ini terjadi karena adanya perbedaan yang tajam.
o Konflik penghindaran-penghindaran: pihak yang berkonflik sama-sama b ukan untuk mencapai tujuan organisasi. Mengarah pada bubarnya suatu organisasi.

9. konflik menurut hubungannya dengan konsentrasi aktivitas manusia di dalam masyarakat
o Konflik ekonomi: disebabkan adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik
o Konflik polotik: dipicu adanya kepentingan politik dari pihak yang berkonflik
o Konflik budaya: disebabkan adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik
o Konflik pertahanan: dipicu adanya perebutan hegemoni dari pihak yang berkonflik
o Konflik antarumat beragama: dipicu adanya sentiment agama

10. konflik menurut hubungannya dengan pelaku
o Konflik di dalam diri sendiri: adanya pertentangan di dalam diri seseorang sebagai akibat dari perbedaan atau kesenjangan antara kemauan dan kemampuan untuk melakukan keinginnya itu
o Konflik antarpribadi: terjadi apabila dua orang individu tidak setuju atas suatu permasalahan, rencana kerja atau tujuan kerja.
o Konflik dalam kelompok: terjadi ketika suatu keputusan kelompok tidak sejalan dengan keinginan satu atau dua individu di dalam kelompok tersebut.
o Konflik antar kelompok: terjadi antara kelompok-kelompok yang ada dalam organisasi
o Konflik didalam organisasi: apabila situasi konflik telah mengarahke dalam seluruh fungsi di dalam organisasi
o Konflik antarorganisasi: terjadi di antara organisasi-organisasi yang memiliki keterlibatan sangat erat dalam menjalankan suatu bisnis.


c. bentuk-bentuk khusus konflik
1. konflik pribadi: konflik yang dapat menimbulkan perkelahian, percekcokan, penghinaan atau pengejekan
2. konflik rasial: konflik yang timbul karena adanya perbedaan-perbedaan diantara dua pihak dan masing-masing pihakpun menyadarinya
Contoh: pertentangan orang kulit hitam dan putih di Amerika
3. konflik antar kelas social: konflik antara majikan dan buruh
4. konflik politik: terjadi di antara golongan dalam suatu masyarakat
5. konflik ideology: konflik akibat perbedaan paham yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang
6. konflik yang bersifat internasional: terjadi antara dua Negara yang mempunyai kepentingan yang berbeda dan berpengaruh terhadap kedaulatan Negara tersebut

II. SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK

a. Kajian teori konflik
1. Teori Karl marx, konflik akan selalu terjadi dimana kelompok proletar akan memberontak melawan kaum borjuis
2. Teori Max Weber, konflik adalah sebuah bentuk hubungan yang di dalamnya ada tindakan yang sengaja diarahkan untuk melawan serangan partai
Konflik bervariasi dari pertempuran fisik yang tidak terkendali sampai interaksi-interaksi kompetitif yang gterkendali.
b. Sebab-sebab timbulnya konflik:
1. perbedaan antarindividu, yaitu perbedaan dan perasaan dari masing-masing individu yang memungkinkan lahirnya konflik
2. perbedaan kebudayaan,
3. perbedaan kepentingan antarindividu tau antarkelompok
4. situasi bertolak belakang
5. perbedaan cara mencapai tujuan
6. perbedaan penggunaan sarana dalam mencapai tujuan
7. ketidaksamaan status
8. adanya perubahan social atau pembaruan

III. DAMPAK KONFLIK

a. Dampak secara langsung
1. menimbulkan keretakan hubungan antara individu atau kelompok dan individu atau kelompok lainnya
2. adanya perubahan kepribadian seseorang (munculnya rasa benci, curiga, dan dapat berubah jadi kekerasan
3. hancurnya harta benda dan korban jiwa jika konflik tersebut berubah menjadi kekerasan
4. kemiskinan bertambah akibat tidak kondusifnya keamanan
5. lumpuhnya roda perekonomian jika suatu konflik berlanjut menjadi tindakan kekerasan
6. pendidikan formal dan informal terhambat karena rusaknya sarana dan prasarana pendidikan

b. Dampak tidak langsung
1. meningkatnya solidaritas sesame anggota kelompok (in Group solidarity)
2. munculnya pribadi-pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik
3. membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru
4. munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang

IV. STRATEGI MENGHADAPI KONFLIK

a. Cara produktif :
1) Withdrawal, yaitu menunggu sambil berusaha memahami situasi, setelah kira-kira mampu dan yakin dapat berhasil, baru melangkah untuk mengatasinya.
(Withdrawal berarti penarikan)
2) Assertif, yaitu berusaha mengatasi secara tegas dan dengan cara yang baik, serta berusaha membina hubungan yang baik dengan pihak lain ditandai dengan adanya kemauan baik untuk saling mengerti dan memahami alasan, pertimbangan, dan kepentingan pihak lain.
(Assertive berarti tegas)
3) Adjusting, yaitu berusaha menyesuaikan diri dengan pihak lain.
(Adjusting berarti menyesuaikan)

b. Cara tidak produktif:
1) Avoidance, yaitu menghindar dari konflik.
(Avoidance berarti penghindaran)
Contoh:
- Menghindarkan diri
- Menjauhkan diri tidak mengimbangi atau melayani orang yang sedang marah
2) Force, yaitu menggunakan kekuatan fisik, ancaman, teror, dan paksaan.
(Force berarti kekuatan, paksaan)
3) Mengabaikan adanya konflik karena menganggap konflik tersebut tidak penting.
4) Blame, yaitu menyalahkan orang lain karena sumber konflik tidak jelas.
(Blame berarti menyalahkan)
5) Silencers, yaitu bersikap supaya orang lain diam dengan cara menangis, menggunakan kata sarkasme yang menyinggung masalah pribadi.
(Silencers berarti peredam)

c. Cara mengatasi konflik yang lain:
a. Win-win solution, yaitu setiap pihak ingin menang.
b. Win-lose solution, yaitu salah satu ada yang mengalah.
c. Lose-lose solution, yaitu kedua pihak sama-sama mengalah.

d. Metode pemecahan konflik dengan akomodasi:
1. Coercion, dengan cara paksaan
2. Arbitrase, pihak ketiga mengikat
3. Mediasi, pihak ketiga netral
4. Ajudikasi, lewat meja hijau atau pengadilan
5. Kompromi, saling mengurangi tuntutan
6. Toleransi, sabar membiarkan pendirian pihak lain
7. Konversi, salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain
8. Conciliasi, mempertemukan pihak yang berkonflik/penyelesaian konflik melalui lembaga tertentu
9. Segregasi, saling menghindar
10. Stalemate, sama-sama punya kekuatan seimbang
11. Gencatan senjata, penangguhan permusuhan untuk sementara waktu sampil diupayakan penyelesaian suatu konflik
12. Displacement, mengalihkan objek lain
13. Eliminasi, pengunduran diri pihak yang kalah
14. Rasionalisasi, memberikan alas an yang kelihatannya rasional untuk menghindari konflik
15. Minority consent, pihak minoritas merasa tidak dikalahkan tetapi bisa bekerja sama
16. Keputusan mayoritas, keputusan berdasarkan suara terbanyak (voting)
17. Subjugations (dominasi), pihak yang kuat mendominasi pihak yang kalah
18. D├ętente, mengurangi ketegangan









V. PENUGASAN
TUGAS 1
Diskusi
Tawuran pelajar merupakan konflik antar kelompok yang telah menjurus pada tindakan kekerasan. Upaya apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi konflik antar kelompok tersebut, serta pihak mana saja yang relevan untuk mengatasinya? Diskusikan masalah tersebut dengan kelompokmu (4 siswa) dan catatlah hasilnya!

…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….

TUGAS 2
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan bentuk-bentuk konflik yang terjadi dimasyarakat!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan dan jelaskan cara-cara pengendalian sebuah konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebutkan dan jelaskan factor-faktor pendorong adanya konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
4. Jelaskan dampak sebuah konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
5. Sebutkan contoh adanya konflik social horizontal dan konflik social vertical!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
TUGAS 3
1. Jelaskan bahwa konflik dapat mengandung makna positif dan makna negative
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
2. Sebutkan beberapa asumsi dari teori konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
3. Sebutkan beberapa sebab timbulnya konflik!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
4. Jelaskan secara singkat teori konflik menurut Karl Marx!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
5. Dapatkah kamu member contoh tentang konflik antarnegara? Jika ya, apa yang menjadi permasalahannya dan bagaimana solusinya!
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………










BAB 3
MOBILITAS SOSIAL


I. MOBILITAS SOSIAL

a. Pengertian
1. Berasal dari bahasa Latin, Mobilis, artinya mudah dipindahkan atau banyak bergerak.
2. Hartini dan G. Kartasapoetra, pihak-pihak yang bergerak atau sejumlah orang yang bergerak secara social
3. Soerjono Soekanto gerak social mobility : suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

b. Bentuk-bentuk mobilitas social
1. Mobilitas Vertikal
Perpindahan status pada lapisan yang berbeda.
- Social Climbing (Peningkatan Status)
 Bentuk Social Climbing
1. Naiknya orang berstatus rendah ke status yang lebih tinggi.
2. Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi daripada lapisan sosial yang sudah ada.
 Penyebab Social Climbing
1. Melakukan peningkatan prestasi kerja.
2. Menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi.
Contoh : Ketika masih remaja, para perwira tinggi TNI adalah taruna Akademi Militer.

- Social Sinking (Penurunan Status)
 Bentuk Social Sinking
1. Turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan lebih rendah.
2. Tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas.
 Penyebab Social Sinking
1. Berhalangan tetap/sementara.
2. Memasuki masa pensiun.
3. Berbuat kesalahan fatal yang menyebabkan diturunkan atau dipecat dari jabatannya.
Contoh : Megawati, yang sebelumnya menjadi presiden, sekarang menjadi rakyat biasa.

2. Mobilitas Horizontal
Perpindahan status sosial dalam lapisan yang sama.
Contoh : Pak Fajar, yang sebelumnya mengajar di SMK, sekarang mengajar di SMA.
- Mobilitas Geografis/Antarwilayah
Urbanisasi, transmigrasi, migrasi.
- Mobilitas antargenerasi
* mobilitas intragenerasi : terjadi dalam satu generasi.
Contoh : Kakak dokter, adiknya guru. (Mobilitas intragenerasi vertikal turun)
* Mobilitas antargenerasi : terjadi pada dua generasi atau lebih.
Contoh : Ayah dokter, anaknya dokter. (Mobilitas antargenerasi horizontal)

II. HUBUNGAN STRUKTUR SOSIAL DENGAN MOBILITAS SOSIAL

Mudah tidaknya seseorang melakukan mobilitas tergantung pada struktur social masyarakatnya.
Bila masyarakat memiliki struktur social yang kaku, maka kemungkinan terjadinya mobilitas social sangat tipis dan hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut system stratifikasi tertutup.
Sedangkan pada masyarakat dengan struktur social yang luwes terjadinya mobilitas social sangat besar, hal ini terjadi pada masyarakat yang menganut system stratifikasi social terbuka.

a. Mobilitas social dalam system startifikasi social terbuka
Pada system stratifikasi terbuka member kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas social vertical
Prinsip umum dalam mobilitas social vertical
1. Tidak ada satupun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial vertikal.
2. Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial, terkadang tetap ada hambatan-hambatan.
3. Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertikal sendiri.
4. Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi, politik dan pekerjaan yang berbeda-beda.
5. Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, politik dan pekerjaan tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah/berkurangnya laju mobilitas sosial.

b. Mobilitas social dalam system stratifikasi social tertutup
Kemungkinan terjadinya mobilitas sosial vertikal sangat kecil


III. FAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

a. Faktor Struktural :
1. Struktur pekerjaan.
2. Perbedaan fertilitas.
3. Ekonomi ganda.
b. Faktor individu :
1. Perbedaan kemampuan.
2. Orientasi sikap terhadap mobilitas.
3. Faktor kemujuran.
c. Status sosial.
d. Keadaan ekonomi.
e. Situasi politik.
f. Kependudukan (demografi).
g. Keinginan melihat daerah lain


IV. FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL

a. Kemiskinan.
Factor ekonomi dapat membatasi mobilitas sosial
b. Diskriminasi kelas.
System kelas tertutup dapat menghalangi mobilitas keatas
c. Perbedaan ras dan agama.
Agama tidak membenarkan seseorang dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hati pindah agama sesuai dengan keinginannya
d. Perbedaan jenis kelamin.
Terdapat kecenderungan bahwa pria lebih diutamakan daripada wanita pada masyarakat tertutup
e. Sosialisasi yang sangat kuat.
Terutama bila sosialisasi itu berkaitan dengan nilai-nilai dan adat yang berlaku
f. Perbedaan kepentingan
adanya perbedaan kepentingan menyebabkan individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu

V. SALURAN-SALURAN MOBILITAS SOSIAL/SOCIAL SIRCULATION

a. Angkatan bersenjata.
Seseorang yang berjasa membela nusa dan bangsa akan mendapat tanda kehormatan dan naik ke status lebih atas


b. Pendidikan.
Pendidikan baik formal maupun nonformal merupakan saluran yang paling sering digunakan karena dengan pendidikan seseorang bisa mengubah statusnya dari strata bawah ke strata atas
c. Organisasi politik.
Seorang anggota parpol yang aktif akan cepat mendapatkan status di partainya
d. Lembaga Keagamaan.
Meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat, tetapi pemuka agama selalu berusaha menaikkan statusnya kekedudukan yang lebih tinggi.
e. Organisasi ekonomi.
Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertical karena bersifat relative terbuka
f. Organisasi Profesi.
g. Perkawinan.
Melalui perkawinan seseorang bisa menaikkan statusnya
h. Organisasi Keolahragaan.

VI. CARA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENAIKKAN STATUS SOSIAL

a. Perubahan standar hidup.
Kenaikan penghasilan seseorang tidak otomatis menaikkan status seseorang, tetapi dengan merefleksikan standar hidup yang lebih baik sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan status.
b. Perubahan nama.
Dengan mengubah nama bisa menaikkan posisi social tertentu
c. Perubahan tempat tinggal.
Seseorang yang pindah tempat tinggal dari yang lama ke tempat yang mempunyai fasilitas lebih baik dapat meningkatkan status
d. Perubahan tingkah laku.
Seseorang akan berusaha mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku dan sifat dari kelas social yang lebih tinggi dengan harapan menaikkan statusnya.
e. Bergabung dengan organisasi tertentu.
Dengan melibatkan diri pada organisasi tertentu berharap meningkatkan status

VII. DAMPAK MOBILITAS SOSIAL

a. Konsekuensi negatif adanya mobilitas sosial vertikal (Horton dan Hunt)
1. Kecemasan akan terjadi penurunan status bila terjadi mobilitas menurun.
2. Timbulnya ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang meningkat.
3. Keretakan hubungan antar anggota kelompok primer yang semula karena seseorang berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke status yang lebih rendah.

b. Dampak positif mobilitas sosial
1. Mendorong sesorang untuk hidup lebih maju .
2. Mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
3. Meningkatkan integrasi sosial.

c. Dampak negatif mobilitas sosial
1. Timbulnya konflik
- Konflik antarkelas
contoh : konflik antara majikan dan buruh.
- Konflik antarkelompok sosial
contoh : konflik antara kusir delman dengan sopir angkutan.
- Konflik antargenerasi
contoh : westernisasi yang dilakukan anak muda bertentangan dengan nilai yang dianut oleh generasi muda.
2. Berkurangnya solidaritas kelompok
contoh : orang kaya secara mendadak akan berusaha menyesuaikan diri dengan strata atas dalam gaya hidupnya agar bisa diterima dan dianggap sebagai bagian dari kelas sosial yang baru sehingga menjadi berkurang rasa kesetiakawanannya dengan kelompok
3. Timbulnya gangguan psikologis
- Menimbulkan ketakutan dan kegelisahan pada seseorang yang mengalami mobilitas menurun.
- Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya (post power syndrome).
- Mengalami frustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas tetapi tidak dapat mencapainya.












VIII. PENUGASAN
Tugas 1
Carilah berita dari media massa seperti Koran mengenai pejabat yang diketahui melakukan tindakan pidana korupsi kemudian dijebloskan ke penjara. Coba kamu ceritakan mobilitas apa yang dialaminya?
Apa saja perubahan yang dialaminya?
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………………………………….

Tugas 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Mengapa dalam kehidupan bermasyarakat selalu terjadi mobilitas social?
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

2. Berilah 5 contoh tentang mobilitas social horizontal yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

3. Jelaskan tentang factor-faktor yang biasa menghambat mobilitas social dalam masyarakat
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

4. Mengapa organisasi polotik, organisasi ekonomi dan organisasi profesi bida dijadikan sebagai sluran dalam gerak social vertical? Jelaskan!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

5. Jelaskan apakah benar bahwa hamper tidak ada masyarakat yang system lapisannya mutlak tertutup!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
Tugas 3
1. Sebutkan 2 contoh mobilitas social vertical yang pernah kamu amati di sekolah!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

2. Sebutkan 2 faktor yang mendorong keluarga kamu melakukan mobilitas vertical naik!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

3. Kemukakan 3 contoh organisasi profesi yang dapat menjadi saluran mobilitas social para sarjana!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

4. Sebutkan 2 contoh akibat dari mobilitas social di bidang politik!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..

5. Sebutkan 2 cara mobilitas vertical naik yang sesuai dengan struktur masyarakat modern!
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………………..